KETUA DPD LSM BRANTAS SUMSEL TEMUKAN JALAN DEPO PT. KAI MUARA GULA BARU DICOR SUDAH RETAK - RETAK DUGAAN MUTU BETON TIDAK SESUAI SPEK


Muara Enim -Tim Investigasi DPD LSM BRANTAS Sumsel melakukan sidak lapangan pada hari Jumat, 10 Oktober 2026 Pukul 15.31 WIB di Depo PT. KAI Muara Gula, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Sidak dilakukan terkait pekerjaan pengecoran jalan di dalam area depo PT. KAI yang bersumber dari dana PT. KAI (BUMN).

HASIL TEMUAN DI LAPANGAN:

Dari dokumentasi foto dan video, tim menemukan 4 kejanggalan fatal:
1. BARU DICOR SUDAH RETAK PARAH.
Permukaan beton yang baru selesai dicor sudah mengalami retak rambut (retak susut) yang menyebar seperti jaring laba-laba di sepanjang jalan. Kondisi ini dalam teknik sipil disebut Plastic Shrinkage Cracking. Ini indikasi kuat:
- Mutu beton rendah, dugaan di bawah K-350 / FC 25 yang seharusnya untuk jalan industri depo.
- Tidak dilakukan perawatan beton (curing) yang benar. Tidak ada penutup karung goni basah. Penyiraman hanya pakai ember merah setelah beton retak.

2. DIDUGA TIDAK ADA LANTAI KERJA DAN PEMADATAN.
Beton terlihat dicor langsung di atas tanah dan tumpukan batu yang tidak dipadatkan. Tidak terlihat adanya Lapis Pondasi Agregat Kelas B dan Lantai Kerja (Lean Concrete/LC) sebagai alas. Bekisting kayu yang dipakai tipis, miring dan tidak diberi perkuatan. Dugaan ketebalan cor tidak mencapai 20-25 cm.

3. TIDAK ADA NAT PEMUTUS / EXPANSION JOINT.
Jalan cor dengan panjang puluhan meter tidak dilengkapi nat pemutus setiap 4 meter. Akibatnya beton memuai dan retak dengan sendirinya.
4. TIDAK ADA PAPAN PROYEK, K3 DAN PENGAWASAN LEMAH.
Di lokasi tidak ditemukan Papan Informasi Proyek yang memuat nama kontraktor, nilai kontrak, dan waktu pelaksanaan. Hal ini melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa. Terlihat juga sampah bekas makanan di area material dan pekerja tanpa APD lengkap.

PERNYATAAN KETUA DPD LSM BRANTAS SUMSEL:

"Kami sangat kecewa. Ini dana BUMN, dana negara. Jalan depo harusnya kuat untuk dilalui truk,alat berat Tapi faktanya baru sehari dicor sudah retak semua. Kalau dibiarkan 3 bulan pasti hancur dan amblas. Kami duga ada pengurangan spesifikasi mutu beton dan pengurangan volume. Ini harus diaudit."

TUNTUTAN:

1. Meminta Kepala Depo PT. KAI Muara Gula dan VP PT. KAI Divre III Palembang untuk segera menghentikan pekerjaan dan melakukan audit mutu dengan Hammer Test dan Core Drill.

2. Meminta Kontraktor Pelaksana membongkar dan melakukan pengecoran ulang sesuai RAB dengan biaya sendiri.

3. Meminta Direksi PT. KAI membuka transparansi publik: Siapa kontraktornya, berapa nilai kontrak, berapa mutu beton K yang disepakati dalam kontrak.

4. Apabila dalam 7x24 jam tidak ada perbaikan, DPD LSM BRANTAS Sumsel akan melaporkan secara resmi kepada Kejaksaan Negeri Muara Enim, BPKP Sumsel dan PT. KAI Pusat Bandung.

Demikian rilis pers ini kami buat dengan sebenarnya berdasarkan fakta lapangan. Dokumentasi foto dan video kami amankan.

red : Tim

Komentar

TRANDING TOPIK

PT PERKASA INTI TANI GELAR INTERVIEW DI KANTOR CAMAT TUNGKAL JAYA, LSM BRANTAS TANGGAPI DAN PANTAU BERITA ACARA AMDAL DAN REKRUTMEN

Gagal Kontruksi Publik Desak Aparat Hukum Usut Tuntas Dermarga Roboh Desa Sungai Landak Memakan Korban Jiwa .

16 Tahun Plasma 699 Ha Desa Mangsang Diduga Mangkrak, LBH Suara Panrita Keadilan dan LSM BRANTAS Layangkan Surat ke 9 Instansi di Muba

DPC LSM-BRANTAS MUBA UNGKAP 3 PATOK HUTAN HP LALAN DI LAHAN PT ABL DESA MUARA MEDAK, KEMENHUT BALAS S.403/2026 ARAHKAN KE GAKKUM

Peringati Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Peran dalam Mewujudkan Kemandirian Energi