LAGI! Aksi Penolakan Perppu Cipta Kerja di Palembang Sumatera Selatan, Sempat Bentrok dan Saling Dorong Dengan Aparat

Brantasnews.com - Palembang, 17/04/2023 Brantasnew.com Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam front pergerakan rakyat sumatra selatan menolak Perppu cipta kerja, Massa aksi yang tak kurang 500 orang ini terdiri dari seluruh elemen mahasiswa dan melakukan orasinya di Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan. 


Salah satu orator dari Presma Unitas Palembang Joe karno, meminta agar Perppu Cipta Kerja dibatalkan karena tidak berpihak terhadap buruh.
“Kami meminta agar Perppu Cipta Kerja dibatalkan karena tidak berpihak terhadap buruh” katanya Joe pada orasinya 


Aksi sempat terjadi saling dorong antara mahasiwa dan aparat, alasan pembubaran dikarenakan sudah sore, diduga pembubaran masa aksi secara represip oleh oknum anggota
Edi salah seorang saksi mata, menyayangkan kejadian ini
“Iya hendak di bubarkan, sangat disayangkan karna mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi” Kata edi
Edi juga berharap agar aparat hendaknya lebih kearah pengamanan jika terjadi anarkis

 
“Padahal mahasiswa melakukan orasi dengan santai, tidak anarkis” Tutup Edi 
Di TKP Ki Moes, salah seorang Masa Aksi juga mengecam perlakuan oknum tersebut yang diduga secara brutal membubarkan masa aksi
"Kami mengecam keras atas perlakuan oknum tersebut, yang membubarkan secara paksa masa aksi hari ini, perlakuan nya pun tak patut di contoh" Tambah ki Moes

Reporter: Muju
Redaktur:Isfa.R

Komentar

TRANDING TOPIK

TERKUAK! Proyek Depo KAI di Desa Muara Gula Baru Dicor Sudah Retak Memanjang, Vendor Ngeles: "Bukan Proyek Pemda"

DIDUGA CURANGI VOLUME, BRONJONG 200 METER DI KM 386 MUARA GULA BARU DIISI KARUNG PASIR - TIDAK SESUAI SNI 03-0090-1999

PT PERKASA INTI TANI GELAR INTERVIEW DI KANTOR CAMAT TUNGKAL JAYA, LSM BRANTAS TANGGAPI DAN PANTAU BERITA ACARA AMDAL DAN REKRUTMEN

KETUA DPD LSM BRANTAS SUMSEL TEMUKAN JALAN DEPO PT. KAI MUARA GULA BARU DICOR SUDAH RETAK - RETAK DUGAAN MUTU BETON TIDAK SESUAI SPEK

Rehab Pasar Raya Citra Milik Pribadi di Muara Enim Disorot, Limbah Plafon Gipsum Dibuang di Pinggir Sungai Meski Ada Talut Belum Selesai