DIDUGA CURANGI VOLUME, BRONJONG 200 METER DI KM 386 MUARA GULA BARU DIISI KARUNG PASIR - TIDAK SESUAI SNI 03-0090-1999
MUARA ENIM – Tim Investigasi DPD LSM BRANTAS Muara Enim menemukan dugaan pekerjaan bronjong penahan tebing rel kereta api yang tidak sesuai spesifikasi di KM 386 Piket 680, Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Panjang pekerjaan -+200 meter.
Ketua DPD BRANTAS, Isfa Rozi Pebri, mengatakan bronjong yang ditemukan diisi batu kali bulat licin dan terdapat karung putih berisi pasir/tanah di dalam kawat bronjong.
Padahal sesuai SNI 03-0090-1999 dan SNI 03-6154-1999, isi bronjong wajib batu belah keras bersudut 100-250mm, kawat galvanis heavy 2,70mm anyaman heksagonal ganda 80x100mm, dan DILARANG KERAS berisi tanah, pasir, karung, atau sampah.
Foto bukti asli lapangan (terlampir) menunjukkan dengan jelas karung putih garis merah terjepit di antara batu bulat di dalam bronjong.
"Ini modus klasik pengurangan volume. RAB-nya dibayar batu belah 1 m3, tapi diisi karung pasir, batu berkurang 30-40%. Karung 6 bulan lapuk, bronjong jadi kopong dan ambrol. Lokasi ini jalur KA batu bara Divre III, getaran berat, sangat berbahaya," kata Isfa Rozi.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp pada pukul 14.46 WIB yang diduga pengawas inisial AG, yang bersangkutan tidak dapat menjelaskan kesesuaian SNI dan hanya menjawab: _“Silakan dilanjut koordinasi sama kantor pusat terimakasih atas perhatiannya.”_ Screenshot percakapan disimpan sebagai bukti.
Untuk itu,DPD LSM BRANTAS meminta PT KAI Divre III Palembang menurunkan tim teknik untuk membongkar dan memeriksa isi bronjong tersebut tegas isfa.
RED: Tim
Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH MASUKANNYA, KAMI AKAN MEMPELAJARI DALAM POSTINGAN BERIKUTNYA