TERKUAK! Proyek Depo KAI di Desa Muara Gula Baru Dicor Sudah Retak Memanjang, Vendor Ngeles: "Bukan Proyek Pemda"
MUARA ENIM - Ironis. Proyek pembangunan Depo di Desa Muara Gula, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim yang diduga milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Baru seumur jagung dicor, beton sudah retak memanjang seperti video berdurasi 0.09 detik yang direkam Tim Investigasi DPD LSM BRANTAS Sumsel.
ISI BERITA:
Muara Enim - Temuan ini berawal dari laporan masyarakat Desa Muara Gula. Saat Tim DPC BRANTAS MUBA dan DPD Sumsel turun ke lokasi pada [isi tanggal investigasi], terlihat jelas lantai kerja / jalan depo yang baru dicor mengalami retak rambut hingga retak struktur yang memanjang.
Tidak hanya itu, pada bagian pondasi, terlihat susunan batu kali tanpa adukan agregat dan semen yang sesuai SNI. Diduga kuat tidak ada Job Mix Formula dan Quality Control di Batching Plant.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp ke nomor pelaksana lapangan +62 822-9813-xxxx pada Minggu (11/10/2026) dengan mengirimkan video bukti retakan, pihak pelaksana menjawab singkat:
_"Waalaikumussalam kita bukan proyek pemda pak"_
dan kemudian
_"terima kasih atas perhatian nya, akan kami jaga sesuai dgn sop nya"_
Ketua DPD LSM BRANTAS Sumsel, Isfa Rozi Pebri, menyayangkan jawaban tersebut.
"Alasan bukan proyek Pemda itu sesat. Ini proyek di atas Aset Negara BUMN PT KAI. Mau dana dari mana pun, kalau beton baru dicor sudah retak, itu namanya Gagal Konstruksi. Ini melanggar UU Jasa Konstruksi No.2 Tahun 2017 Pasal 59 & 60 tentang Kegagalan Bangunan dan SNI 2847:2019. Jawaban 'akan kami jaga sesuai SOP' itu sama saja mengakui selama ini tidak sesuai SOP," tegas Isfa Rozi, Senin (12/10/2026) di Palembang.
Isfa menambahkan, pihaknya menduga tidak ada Quality Control di Batching Plant sesuai Permen PUPR No.20/PRT/M/2010. Tidak ada Slump Test, tidak ada uji kuat tekan beton.
"Kami minta PT KAI Divre III Palembang dan Kejari Muara Enim turun. Ini uang negara, aset negara. Jangan sampai depo kereta yang menelan miliaran rupiah ini ambruk dan membahayakan pekerja," pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT KAI dan kontraktor pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi terkait mutu beton K berapa yang digunakan dan dimana lokasi Batching Plant berizinnya.
Red : Tim
Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH MASUKANNYA, KAMI AKAN MEMPELAJARI DALAM POSTINGAN BERIKUTNYA