BRONJONG MUARA GULA ISI KARUNG PASIR BERPOTENSI AMBLAS, ANCAM KESELAMATAN KERETA API
Muara Enim - DPD LSM BRANTAS Sumsel kembali mengungkap investigasi lanjutan kasus bronjong di Desa Muara Gula Baru, Kec. Ujan Mas, Kab. Muara Enim.
Sebelumnya diberitakan di https://www.brantasnews.com/2026/10/diduga-curangi-volume-bronjong-200.htmlx tentang dugaan curang volume bronjong kurang lebih 200 meter.
INVESTIGASI TURUN LANGSUNG 15 OKTOBER 2026 JAM 14:28 WIB di koordinat 3.57697°S, 103.77840°E (tepi rel KAI Logistik) membuktikan dugaan tersebut, bahkan lebih parah.
Ketua DPD LSM BRANTAS Sumsel Isfa Rozi Pebri menemukan:
1. Isi bronjong bukan batu kali SNI 03-0090-1999 (15-25 cm), melainkan batu kecil campur, rumput, dan karung berisi pasir
2. Kawat bronjong tipis, berkarat, jebol, dan diinjak kaki langsung ambles.
YANG KAMI TAKUTKAN, INI BISA JADI MALAPETAKA:
Isfa Rozi menegaskan kekhawatiran utama LSM BRANTAS bukan hanya soal korupsi, tapi NYAWA.
"Yang saya takutkan itu penurunan tanah. Bronjong ini penahan tebing rel. Isinya tanah dan pasir, bukan batu. Sifat tanah dan pasir menyerap air, bukan mengalirkan air seperti batu. Saat musim hujan, air hujan akan meresap, isi bronjong akan mengembang, berat, dan longsor. Tanah di bawah rel akan turun, rel akan menggantung, dan kereta logistik yang lewat dengan beban puluhan ton bisa anjlok," tegas Isfa.
Secara teknis, bronjong berfungsi sebagai dinding penahan tanah (Retaining Wall) dan drainase. Jika diisi pasir dan tanah, maka:
- Tidak ada drainase: Air tertahan, tekanan tanah meningkat
- Terjadi penurunan (settlement): Pasir dan tanah memadat, bronjong kempes
- Rel menggantung (hanging track): Bantalan rel kehilangan tumpuan tanah
- Risiko anjlok tinggi: Terutama untuk KA Logistik/Babaranjang yang bebannya berat
"Ini sudah masuk ranah Membahayakan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, UU No. 23 Tahun 2007 Pasal 180-192 ancamannya pidana. Kami tidak mau menunggu ada korban dulu baru di-audit. Kami minta KAI Divre III dan Balai Teknik Perkeretaapian Sumbagsel tanggap darurat," tambah Isfa.
LSM BRANTAS mendesak penghentian operasional KA Logistik di atas bronjong tersebut sampai audit independen selesai dan meminta PT KAI membuka RAB bronjong tersebut ke publik.
Red: Tim
Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH MASUKANNYA, KAMI AKAN MEMPELAJARI DALAM POSTINGAN BERIKUTNYA