Pembakaran Tempurung kelapa Di Bram Itam Disorot,Pemdes kemuning dan kelurahan Diduga Tutup Mata.
Pembakaran Tempurung di Bram Itam Disorot,Pemdes kemuning dan kelurahan Disinyalir Tutup Mata.
KUALA TUNGKAL, JAMBI — Aktivitas pembakaran tempurung yang diduga dilakukan sejumlah pengusaha di wilayah Kecamatan Bram Itam, khususnya di Kelurahan Bram Itam dan Desa Kemuning, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, jambi menjadi sorotan ditengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten tanjung jabung barat khususnya kota Kuala Tungkal.
Berdasarkan pantauan dan investigasi media di lapangan, kepulan asap dari aktivitas pembakaran tempurung terlihat cukup pekat dan berpotensi menambah buruk kualitas udara.Selasa,( 15/09/2026 )
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena masyarakat Kuala Tungkal juga tengah menghadapi asap yang diduga berasal dari sejumlah titik kebakaran lahan dan hutan.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampak asap terhadap kesehatan. Asap hasil pembakaran, apabila berlangsung terus-menerus dan dalam jumlah besar dapat mengganggu kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat yang terpapar.
Seharusnya, Persoalan tersebut juga menjadi perhatian terhadap pengawasan aktivitas pembakaran di tingkat desa dan kelurahan. Masyarakat berharap pemerintah setempat dapat melakukan pengecekan secara langsung terhadap aktivitas pembakaran tempurung yang berlangsung di wilayah Bram Itam, sekaligus memastikan seluruh kegiatan tersebut memenuhi ketentuan lingkungan dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
Mirisnya ,Saat dikonfirmasi media ini kepala Desa Kemuning ( Abdul Gani ) yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dengan entengnya ia menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti imbauan Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat.
Namun, di tengah kondisi kabut asap yang terjadi, masyarakat mempertanyakan sejauh mana imbauan tersebut diterapkan dan diawasi di lapangan aspek perlindungan kesehatan masyarakat juga dinilai perlu menjadi pertimbangan utama dalam menyikapi aktivitas pembakaran yang menghasilkan asap.
Hasil penelusuran media ini di lapangan menunjukkan bahwa asap dari pembakaran tempurung tampak cukup mengkhawatirkan. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Jika aktivitas pembakaran tempurung terus berlangsung tanpa pengawasan yang memadai tidak menutup
Kemungkinan kondisi kualitas udara di Kuala Tungkal dan sekitarnya akan semakin memburuk.( Herj )
Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH MASUKANNYA, KAMI AKAN MEMPELAJARI DALAM POSTINGAN BERIKUTNYA