Pompa Intake PDAM Tanjung Enim Dimatikan Sementara, Air Baku Terlalu Keruh

Brantasnews - Muara Enim, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Tanjung Enim terpaksa mematikan sementara operasional pompa intake Amor pada Senin malam (28/4/2025) pukul 20.50 WIB. Keputusan ini diambil akibat kondisi air baku dari sungai yang mengalami tingkat kekeruhan sangat tinggi, melebihi ambang batas yang dapat dikelola oleh sistem pengolahan.

Sartono Direktur Utama PDAM dalam keterangannya, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sumber air baku saat ini. Ia mengungkapkan bahwa tingkat kekeruhan yang ekstrem menyebabkan kebutuhan bahan kimia untuk pengolahan air meningkat drastis, namun tetap belum mampu menghasilkan air layak distribusi, pada Selasa (29/4/2025).

"Kondisi air baku sangat memprihatinkan. Kekeruhannya sudah jauh di atas ambang batas normal, sehingga pengolahan air menjadi sangat sulit. Kami sudah menggunakan banyak bahan kimia, namun hasilnya tetap tidak maksimal," ungkap Sartono.

Akibat dari dimatikannya pompa intake, proses distribusi air bersih ke pelanggan mengalami gangguan. Pihak PDAM memohon pengertian dari masyarakat dan menyatakan tengah berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan dapat kembali normal secepatnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim teknis PDAM masih memantau kondisi air sungai dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi permasalahan ini.

Reporter : tim
Redaktur: Isfa.R

Komentar

TRANDING TOPIK

PT Astaka Dodol tidak komitmen Dengan Kesepakatan, Warga Macang Sakti Akan Tutup Akses Perusahaan

Respons Cepat Polres Tanjab Barat Seorang Pria Diduga Terlibat Transaksi Narkoba Tertakap.

Amankan Aset Negara,Divre III Lakukan Penertiban Aset Perusahaan

POLRES ROHUL Kalah Taring terhadap bandar judi GELPER

Kepala Rutan Cipinang Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Hadiri Kegiatan Tasyakuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan