BERANI BICARA BENAR, TAJAM JELAS DAN TERPERCAYA

TENTANG LSM BRANTAS DAN PUNGSINYA DIMATA MASYARAKAT.

Gambar
STRUKTUR ORGANISASI DPP LSM BRANTAS
KODE ETIK LSM BRANTAS MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat adalah hak asasi manusia yang sangat fundamental dan universal serta dijamin oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Oleh karena itu adanya perserikatan dan perkumpulan sesama warga negara seperti halnya LSM BRANTAS merupakan hal yang essensial bagi keberadaan dan kesejahteraan umat manusia. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS adalah perwujudan dari tanggungjawab kemanusiaan berupa kebebasan, inisiatif, kesetaraan, pluralisme, solidaritas, keadilan; dan oleh karena itu harus selalu diperjuangkan. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS mendorong keterlibatan masyarakat dan menyediakan mekanisme yang vital dalam menggalang solidaritas, serta mempercepat inisiatif warga ma-syarakat dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Bahwa LSM BRANTAS mempunyai peran dalam mengembangkan potensi kemandirian dan meningkatkan kepedulian untuk mengatasi persoalan-persoalan k…

DIDUGA PENGERASAN JALAN DI RT 04/RW 03 DESA SUNGAI PENOBAN TIDAK SESUAI DENGAN RAB T A 2019

DIDUGA PENGERASAN JALAN DI RT 04/RW 03 DESA SUNGAI PENOBAN TIDAK SESUAI DENGAN RAB T A 2019

Batang-asam-brantasnews.com|terpantau di lokasi proyek pengerasan jalan Melalui sumber dana desa Tahun 2019 Pemerintahan Desa (Pemdes)  Sungai Penoban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, melaksanakan kegiatan Pengerasan Jalan dengan dana anggaran sebesar Rp. 243.950.800 diduga tidak sesuai dengan RAB
Informasi yang di terima media ini dari masyarakat setempat dan langsung turun kelokasi  dimana pengerasan jalan dilakukan sepanjang 1000 M x 4 M x 15 Cm di  RT 04/ RW 03 dengan sumber dana desa T A 2019.

Tapi amat disayangkan kegiatan tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB pengerasan jalan TA 2019. Hal ini disampaikan oleh warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya," Kamis (4/06/2020) kemarin.
Seperti ketebalan didalam RAP 15 Cm, tapi kenyatannya temuan dilapangan hanya 12 Cm hingga 13 Cm, yang ditemukan ketebalan 15 cm hanya beberapa titik saja, kebanyakan  temuan ketebalan tidak sesuai dengan ketentuan tersebut. Begitu juga halnya Lebar jalan tidak sesuai dengan RAB yaitu L (lebar) 4 M,  temuan dilapangan dibeberapa titik memiliki lebar hanya 310 Cm smpai 350 Cm, yang ditemukan 400 Cm hanya di titik awal pengerasan jalan saja.  Dari hasil temuan pekerjaan dilapangan tidak rapi dan juga masi ada batu yang berserakan yang dapat mengakibatkan penguna jalan bisa kecelakaan sewaktu-waktu. 

" Kami berharap Inspektorat dapat mengaudit kegiatan pengerasan jalan ini dan kegiatan lainnya yang ada di desa sungai penoban ini," tutur warga itu.

Sementara itu Kades yang bersangkutan sangat sulit dijumpai untuk dimintai keterangan mengenai pengerasan jalan tersebut.

Hingga berita ini di terbitkan kades penobanan belum bisa di comfirmasi.

Reporter : JHON sidauruk, SH

Komentar