BERANI BICARA BENAR, TAJAM JELAS DAN TERPERCAYA

TENTANG LSM BRANTAS DAN PUNGSINYA DIMATA MASYARAKAT.

Gambar
STRUKTUR ORGANISASI DPP LSM BRANTAS
KODE ETIK LSM BRANTAS MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat adalah hak asasi manusia yang sangat fundamental dan universal serta dijamin oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Oleh karena itu adanya perserikatan dan perkumpulan sesama warga negara seperti halnya LSM BRANTAS merupakan hal yang essensial bagi keberadaan dan kesejahteraan umat manusia. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS adalah perwujudan dari tanggungjawab kemanusiaan berupa kebebasan, inisiatif, kesetaraan, pluralisme, solidaritas, keadilan; dan oleh karena itu harus selalu diperjuangkan. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS mendorong keterlibatan masyarakat dan menyediakan mekanisme yang vital dalam menggalang solidaritas, serta mempercepat inisiatif warga ma-syarakat dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Bahwa LSM BRANTAS mempunyai peran dalam mengembangkan potensi kemandirian dan meningkatkan kepedulian untuk mengatasi persoalan-persoalan k…

BOM WAKTU"Sebagian masyarakat kawatir dengan kedatangan pemudik dari luar kota, COVID-19.


KUALA TUNGKAL-Brantasnews.com, Tradisi pulang kampung atau mudik sudah mengakar bagi masyarakat Indonesia. Migrasi tahunan ini biasanya mencapai puncaknya saat menjelang Idul Fitri.

Namun, di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun ini, Sebagian  masyarakat Tanjung Jabung Barat kawatir atas kedatangan mereka.

Pasalnya para ahli kesehatan pernah berkata dan mempringatkan hal itu bisa menjadi "bom" penyebaran virus corona atau covid-19.

Argumen itu tidak berlebihan, sebab, mereka yang mudik jumlahnya tak sedikit.Di kawatirkan sebagian dari pemudik itu  Wilayah yang kasus COVID-19 paling banyak atau zona merah.

Apalagi di tengah wabah ini, Pemerintah Indonesia tidak melarang penuh masyarakat untuk mudik saat lebaran nanti. Meskipun ada sejumlah imbauan dan aturan yang dikeluarkan menyusul pembatasan pergerakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Sementara itu, pakar kesehatan, (Monica Nirmala) memperingatkan bahwa ada konsekuensi mengerikan apabila kegiatan mudik tetap berlangsung.
Monica juga ragu dengan kebijakan pemerintah pusat yang hanya menyuruh pemudik untuk mengarantina diri selama 14 hari. Pasalnya itu pun sifatnya hanya imbauan dan mudah dilanggar.

"Masayarakat bisa melanggarnya dengan berjalan-jalan ke pasar," kata pakar kesehatan lulusan kesehatan masyarakat Universitas Harvard ini. 


Dengam stetmen yang di berikan oleh pakar kesehatan itu (monica Nirmala )sebagian  masyarakat yang berada di daerah bisa ikut terdampak COVID-19 akibat mudik atau kedatangan mereka.

Kalaupun mudik tetap berlangsung , pemerintah dakerah harus punya langkah-langkah untuk mengantisipasi hal itu.

Menurut saya ipul,(39) masyarakat kuala Tungkal yang saat itu melintas.

 "pemerinta dakerah( Pemda )maupun instansi lainya harus mengambil tindakan pencegahan serius untuk melindungi Kota Bersama  ini."ungkapnya.

Senada dengan ipul,azis(41) yang juga saat itu melintas juga mengatakan.

 "kota ini , kota kuala tungkal hanya ada 1(satu) Rumah sakit ,yang lain hanya puskesmas untuk menangani kasus COVID-19, dan mereka pasti  kewalahan seumpama hal buruk itu terjadi"tutupnya.

Reporter.  : hery wendra (eyik)
Editor       : wenz

Komentar