BERANI BICARA BENAR, TAJAM JELAS DAN TERPERCAYA

TENTANG LSM BRANTAS DAN PUNGSINYA DIMATA MASYARAKAT.

Gambar
STRUKTUR ORGANISASI DPP LSM BRANTAS
KODE ETIK LSM BRANTAS MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat adalah hak asasi manusia yang sangat fundamental dan universal serta dijamin oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Oleh karena itu adanya perserikatan dan perkumpulan sesama warga negara seperti halnya LSM BRANTAS merupakan hal yang essensial bagi keberadaan dan kesejahteraan umat manusia. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS adalah perwujudan dari tanggungjawab kemanusiaan berupa kebebasan, inisiatif, kesetaraan, pluralisme, solidaritas, keadilan; dan oleh karena itu harus selalu diperjuangkan. Bahwa keberadaan LSM BRANTAS mendorong keterlibatan masyarakat dan menyediakan mekanisme yang vital dalam menggalang solidaritas, serta mempercepat inisiatif warga ma-syarakat dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Bahwa LSM BRANTAS mempunyai peran dalam mengembangkan potensi kemandirian dan meningkatkan kepedulian untuk mengatasi persoalan-persoalan k…

DEBCOLLECKTOR TIDAK BOLEH RAMPAS KENDARAAN KONSUMEN



Brantasnews.com|Bolehkah_Debt_Collector_Mengambil_Jaminan ๐Ÿ‘‰Rumah / Kendaraan Kredit Anda?.๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”

Dalam melakukan kredit, tentunya ada risiko kredit macet atau ketidak mampuan Konsumen membayar cicilan kredit.๐Ÿคท

Debt collector atau penagih utang seringkali menjadi momok menakutkan bagi para Konsumen๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜ญ,
yang bisa sewaktu waktu menyita rumah/menarik paksa kendaraan yang masih dalam masa kredit.๐ŸคŸ

Tentunya kita sebagai konsumen, tidak mau Rumah/Kendaraan kita tiba tiba dirampas orang di tengah jalan. Apalagi bila debt collector tersebut sudah melakukan tindak kekerasan dan mengancam keamanan Anda untuk menyita/mengambil paksa Rumah/Kendaraan Anda.๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ 

Bolehkah Debt Collector menyita/mengambil Rumah/Kendaraan kita di Tengah Jalan?.
Jawabannya : JELAS TIDAK BOLEH.๐Ÿ™…

Debt collector tidak diperbolehkan oleh hukum untuk menyita/mengambil paksa Rumah/Kendaraan dengan alasan kredit macet atau alasan apa pun.๐Ÿ‘ฎ๐Ÿ‘ฎ

Tindakan pengambilan motor oleh debt collector dapat dikategorikan sebagai tindak KEJAHATAN.๐Ÿ”—๐Ÿ“™

Pelaku tindakan ini dapat dijerat dengan Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 dan 4 tentang pencurian dengan kekerasan.๐Ÿ–Š

Dalam melakukan kredit Rumah/Kendaraan, KREDITUR/PELAKU USAHA (dalam hal ini pihak Bank/Finance pemberi kredit) dan KONSUMEN terikat oleh kontrak atau perjanjian kredit.๐Ÿ–‹

Bila Konsumen tidak bisa membayar angsuran kredit sampai dengan tanggal jatuh tempo, artinya Konsumen telah melanggar perjanjian kredit dan melanggar hukum.

Dalam hal ini, Konsumen telah melakukan wanprestasi.
Dengan adanya wanprestasi, pihak Kreditur/Pelaku Usaha bisa saja mengajukan pembatalan atas kontrak kredit.
Atas dasar ini sebenarnya pihak Kreditur/Pelaku Usaha/Bank/Finance berhak untuk menyita Rumah/Kendaraan Konsumen.
Namun, PROSES PENYITAAN ini tidak boleh dilakukan langsung oleh Kreditur/Pelaku Usaha maupun debt collector, melainkan oleh PIHAK PENGADILAN.

Pelanggaran kontrak yang dilakukan pengambil kredit ini termasuk dalam pelanggaran HUKUM PERDATA.
Dalam hukum ini, pembatalan perjanjian kredit harus terlebih dulu diputuskan melalui PENGADILAN.

Bila telah diputuskan, maka eksekusi penyitaan/pengambilan Rumah/Kendaraan haruslah dilakukan oleh PIHAK PENGADILAN, bukan DEBT COLLECTOR atau pun perwakilan dari pihak Bank/Finance.

Penulis.  : suherman
Editor      : Amri kusuma

Komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH MASUKANNYA, KAMI AKAN MEMPELAJARI DALAM POSTINGAN BERIKUTNYA